Dalam kegiatan tersebut, Annisa berkesempatan mempresentasikan paper secara oral dengan judul “LIRA (Library Information & Resource Assistant): A Low-Code Solution for Readers' Advisory Chatbot Integrating n8n and SLiMS for Libraries with Non-Specialist Staff.”
Paper tersebut memperkenalkan LIRA, sebuah chatbot berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dikembangkan untuk membantu pemustaka memperoleh rekomendasi bacaan sesuai dengan kebutuhan dan permasalahan yang mereka sampaikan. LIRA diintegrasikan dengan SLiMS (Senayan Library Management System), sistem manajemen perpustakaan yang banyak digunakan oleh perpustakaan di Indonesia.

Pemanfaatan AI dalam perpustakaan menjadi salah satu bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat. Di tengah semakin luasnya penggunaan AI dalam berbagai bidang, perpustakaan juga perlu melihat bagaimana teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan kepada pemustaka tanpa menghilangkan peran pustakawan.
LIRA dirancang bukan untuk memberikan jawaban secara gamblang atas persoalan yang disampaikan pemustaka, melainkan untuk membantu menemukan bacaan yang relevan dengan kebutuhan mereka. Dengan demikian, pemustaka tetap diarahkan untuk membaca dan memperoleh informasi secara langsung melalui koleksi yang direkomendasikan.
Dalam sesi diskusi, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah mengenai akurasi rekomendasi yang diberikan oleh chatbot. LIRA dapat memberikan rekomendasi yang lebih terarah karena prosesnya tetap melibatkan peran pustakawan sejak awal. Pustakawan terlebih dahulu melakukan seleksi dan kurasi terhadap koleksi yang layak tersedia di perpustakaan. Data koleksi tersebut kemudian dapat dimasukkan ke dalam SLiMS untuk menjadi sumber informasi yang digunakan oleh LIRA.
Dengan mekanisme tersebut, LIRA berperan membantu mencocokkan kebutuhan pemustaka dengan informasi bibliografis koleksi yang telah tersedia. Hal ini membuat teknologi AI tidak berdiri sendiri, tetapi tetap didukung oleh proses kurasi dan keahlian pustakawan.
Berbeda dengan sistem pencarian buku konvensional yang umumnya mengandalkan kata kunci dari judul atau subjek, LIRA dapat memanfaatkan informasi bibliografis yang lebih mendalam, seperti daftar isi (table of contents) dan blurb atau deskripsi buku. Pendekatan ini memungkinkan pencarian dilakukan berdasarkan konteks dan kebutuhan pemustaka, terutama ketika informasi yang dibutuhkan tidak secara langsung tercermin dari judul maupun subjek buku.
LIRA juga tidak dirancang untuk mengambil dan memproses keseluruhan isi buku. Pemanfaatan informasi bibliografis tersebut menjadi salah satu pendekatan untuk memberikan rekomendasi tanpa mengharuskan sistem mengakses konten penuh buku yang memiliki aspek hak cipta.
Keikutsertaan Annisa Nana Nadhea dalam Persidangan Tahunan Perpustakaan Malaysia 2026 menjadi kesempatan bagi STKIP Al Hikmah Surabaya untuk berbagi inovasi pemanfaatan teknologi dalam layanan perpustakaan di forum internasional. Melalui LIRA, pengembangan teknologi diharapkan dapat menjadi pendukung bagi pustakawan dalam memberikan layanan yang lebih responsif terhadap kebutuhan pemustaka, sekaligus menunjukkan bahwa perkembangan AI dapat dimanfaatkan untuk memperkuat, bukan menggantikan, peran pustakawan dalam layanan perpustakaan.

0 Komentar